Senin, 27 Maret 2017

Prakarya Kelas IX - Produk Nonpangan

A. Pengertian Produk Nonpangan dan Pengolahan

Produk sampingan nonpangan adalah produk yang dihasilkan selain produk yang utama. Produk utama kelompok ikan dan daging sebagai pangan bagi manusia karena memiliki kandungan protein. Selain itu, ikan dan daging menghasilkan produk samping sebagai produk nonpangan.

  1. Tulang
    Tulang disebut juga sebagai rangka adalah bagian pembentuk tubuh yang banyak mengandung kalsium dalam bentuk kalium fosfat sebanyak 14% dari total susunan tulang. Bentuk kompleks fosfat ini terdapat pada tulang dan dapat diserap oleh tubuh dengan baik sekitar 60%-70%. Unsur utama yang menyusun tulang ikan adalah kalsium, fosfat dan karbohidrat, sedangkan yang terdapat dalam jumlah kecil, yaitu magnesium, sodium, sitrat dan stronsium, flurida hydroksida dan sulfat.

    Tulang ikan dan tulang dari hewan daging dapat diolah menjadi tepung tulang yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan pakan ternak karena memiliki kalsium.
  2. Sisik Ikan
    Sisik adalah lapisan kulit yang keras dan berhelai-helai berupa keping-keping kecil yang kaku, yang tumbuh di kulit binatang sebagai pelindung tubuhnya, seperti pada ikan, kadal, atau ular. Sisik dapat diolah menjadi hiasan, bros, aksesoris sehingga memiliki nilai jual tinggi.

B. Karakteristik Produk Nonpangan dari Hasil Samping Ikan dan Daging

Daging adalah bagian lunak pada hewan yang terbungkus kulit dan melekat pada tulang yang menjadi bahan makanan. Daging tersusun sebagian besar dari jaringan otot, ditambah dengan lemak yang melekat padanya, urat, serta tulang rawan. Daging termasuk sumber pangan protein hewan yang dihasilkan oleh para peternak.

Daging berdasarkan warna asalnya dibedakan menjadi 2, yaitu daging berwarna merah yang berasal dari sapi, kambing, domba, kerbau dan sebagainya, dan daging berwarna putih yang berasal dari unggas.

C. Metode Pengolahan Hasil Samping Ikan dan Daging Menjadi Produk Nonpangan

  1. Fermentasi
    Fermentasi adalah proses produksi energi pada sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen). Fermentasi merupakan salah satu bentuk respirasi anaerobik yang digunakan untuk proses pembusukan dengan cepat. Proses fermentasi ini dapat pula dibantu oleh mikroorganisme seperti ragi dan virus. Mikroorganisme tersebu berfungsi sebagai berupa etanol, asam laktat, hidrogen, asam butirat dan aseton.
  2. Pengeringan
    Pengeringan merupakan metode tertua untuk mengawetkan bahan pangan maupun nonpangan.
    Pada pengeringan bahan nonpangan, akan terjadi penurunan kadar air sampai kadar tertentu sesuai yang diinginkan. Selama pengeringan terjadi penguapan air yang terdapat pada bahan nonpangan. Oleh sebab itu, bahan nonpangan yang dikeringkan akan terjaga keawetannya karena kandungan airnya rendah sehingga organisme pembusuk tidak dapat tumbuh dan berkembang biak. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara mengeringkan bahan nonpangan dibawah sinar matahari maupun dengan menggunakan alat pengering.
    Selain manfaat diatas, pengeringan bahan nonpangan juga bertujuan untuk memperkecil volume penyimpanan dibandingkan dengan bahan nonpangan yang masih segar. Di samping itu bahan nonpangan kering akan tahan lama jika disimpan dan lebih efisien dalam proses pengangkutan maupun distribusi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar